Karena Kebijakan Privasi, Twitter Melayangkan Gugatan Ke Pemerintah AS

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEqYI62z_qAiuygq3aDKztr6L29GC_Ik4DHa4mxumptq296FL7vA
Twitter mengajukan sebuah gugatan hukum ke pemerintahan Amerika Serikat (AS), yang berasal dari sebuah permintaan untuk membuka identitas seorang pengguna Twitter.

Pangkal masalahnya adalah sebuah akun Twitter yang kerap mengkritisi kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Akun tersebut adalah @ALT_uscis, yang mengklaim diurus oleh sejumlah orang yang salah satunya merupakan pegawai imigrasi AS.

Kemudian Departemen of Homeland Security AS meminta Twitter untuk mengungkap identitas pemilik akun tersebut. Twitter tak mau memenuhi permintaan tersebut karena dinilai mengancam privasi dan kebebasan berpendapat.

Akhirnya Twitter pun melayangkan gugatan hukum pada Pemerintah AS untuk membatalkan permintaan tersebut. Dalam gugatan itu, Twitter menyebut Pemerintah AS tak punya hak untuk meminta identitas asli pemilik akun @ALT_uscis tersebut.

"Hak kebebasan berpendapat milik Twitter dan pengguna Twitter dilindungi oleh First Amendment dari US Constitution, dan itu termasuk hak untuk menyebarkan pendapat politik yang anonim," tulis Twitter dalam gugatannya.

Department of Homeland Security sebagai tergugat menolak mengomentari langkah hukum yang ditempuh oleh Twitter tersebut, begitu juga dengan departemen hukum AS dan pihak Gedung Putih.
Share on Google Plus

About Irwan Rifani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar