5 Perbedaan Keuntungan antara Beli Rumah KPR dengan Rumah Tunai

 
Bagi seseorang yang mau beli rumah, ia akan bertanya-tanya, “Lebih baik beli rumah KPR atau rumah tunai, ya?” Mungkin Anda juga bertanya-tanya begitu. Satu hal yang perlu Anda tahu. Kedua cara itu punya masing-masing keunggulan dan kekurangan. Lebih jauh lagi, silakan Anda cermati perbedaan keduanya dari berbagai segi berikut.
 

1. Segi Pembayaran

Dari segi pembayaran, rumah dengan sistem KPR akan terasa ringan biaya per bulannya. Mengingat lamanya tenor yang bisa mencapai 30 tahun. Jadi, per bulan Anda hanya membayar hasil dari perhitungan antara utang pokok plus bunga dibagi jumlah tenor yang disepakati. Kalau 30 tahun, berarti cicilannya dalam waktu 360 bulan.

Sementara untuk rumah yang dibayar tunai, Anda sudah pasti terbebas dari hutang bulanan. Tidak perlu ada penyisihan gaji untuk rumah lagi per bulannya. Cara ini hanya bisa dilakukan bagi seseorang yang benar-benar telah siap sejumlah uang di tangan. Jadi, uang bulanan yang digunakan untuk angsuran (jika pakai KPR), bisa dialihkan menjadi tabungan bulanan.
 

2. Segi Bunga

Mari bicara mengenai bunga. Besaran bunga untuk KPR sangat bervariasi. Bila Anda mengajukan KPR ke Bank BTN, tentunya nilai suku bunga mengacu pada Bank Indonesia rate. Sementara kalau Anda ambil bunga tipe floating, jumlahnya bisa berubah-ubah, tergantung iklim keuangan yang ada di negara.

Suku bunga tidak akan menimpa apabila Anda membeli rumah dengan cara tunai. Tentu saja. Tapi untuk membelinya, Anda perlu simpanan uang yang banyak. Sebab, rumah yang dibayar tunai hanya berlaku untuk sekali transaksi. Setelahnya, terserah Anda mau diapakan rumah yang terbeli itu. Hak milik resmi untuk Anda.
 

3. Segi Ketersediaan Asuransi

Bila Anda membeli rumah KPR, maka biasanya sudah dilengkapi dengan asuransi. Baik asuransi jiwa ataupun asuransi kebakaran. Kegunaan asuransi jiwa dan kebakaran akan tampak ketika suatu hari rumah Anda tertimpa hal-hal yang tak diinginkan. Maupun sesuatu hal yang mengancam jiwa Anda.

Ketika suatu kali rumah Anda terbakar tetapi angsuran belum lunas, biasanya hutang Anda dibebaskan. Inilah salah satu keuntungan yang hanya bisa dicapai dengan pembelian rumah dengan cara kredit. Di antara pelanggan, mereka mengaku puas dengan ketersediaan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran ini. Soalnya gratis dan menguntungkan.

Berbeda dengan rumah yang dibeli secara tunai. Ketika Anda menghendaki asuransi, maka harus beli sendiri dan mengelolanya sendiri. Mau tidak mau. Soalnya biaya asuransi berada di luar pembelian rumah tunai. Sementara kalau saat jatuh tempo bayar Anda tidak kunjung membayar, maka klaim asuransi bisa hangus. Hal ini tentu tidak terjadi pada saat beli rumah secara kredit.

Misalnya Anda menggunakan rumah tunai itu sebagai rumah kontrakan, maka tidak ada jaminan saat penghuninya mengalami kebakaran atau kematian. Semua yang wajib menanggung itu adalah Anda sendiri sebagai pemiliknya. Tentunya ini memerlukan biaya yang besar bila benar-benar terjadi. Meskipun tidak ada satu pun orang yang ingin tertimpa kecelakaan di rumah.
 

4. Segi Nilai Tambah

Nilai tambah atas properti yang terbeli sangat terasa saat Anda membeli via kredit. Tidak ada yang bisa menutup mata soal ini. Soalnya nilai properti bisa saja meningkat seiring dengan meningkatnya lahan. Secara tidak langsung, Anda sudah mendapatkan jaminan capital gain, meskipun rumah belum lunas.

Contohnya, pada saat Anda membayar DP 20% dari harga rumah senilai 800 juta. Pada tahun berikutnya, properti di daerah Anda meningkat nilai jualnya sebesar 100 juta. Maka, Anda sudah mendapat keuntungan sebesar 100 juta. Besaran nilai tambah ini bisa menjadi harapan baru saat Anda tengah melunasi rumah kredit.

Nilai tambah ini sama sekali tidak akan terasa saat Anda membeli rumah versi tunai. Dengan besarnya biaya beli, Anda tidak akan bisa menghitung dengan tepat berapa keuntungan dari pembelian tunai. Belum lagi soal aset agunan (IMB, SHM, dan lain-lain) yang harus disertifikasi Anda secara mandiri.
 

5. Segi Faktor Luar

Besarnya uang yang harus dibayarkan saat beli rumah tunai membuat seseorang bisa saja menjual aset berharga  lain yang dimiliki. Misalnya hutan, tanah ladang, ataupun kendaraan berharga yang nilainya cukup besar. Cara-cara ini sangat menguras aset yang seharusnya bisa disimpan baik-baik dalam jangka waktu yang lebih panjang. Sebaliknya, saat beli rumah kredit, biaya bulanan jadi lebih mudah diatur.
 
Saat ini, rumah yang dibeli secara kredit bisa pula digunakan untuk usaha dengan aset pasif. Salah satunya dengan menggunakannya sebagai rumah kontrakan. Meskipun Anda belum lunas membayar, Anda sudah bisa menyewakan pada orang lain. Cara ini terbukti ampuh menekan besaran biaya bulanan yang Anda tanggung saat mengangsur.

Share on Google Plus

About Irwan Rifani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar